Pada awal Februari 2026, AiKnow by Remark Asia menyelenggarakan Pelatihan Penyadartahuan Identifikasi High Conservation Value – High Carbon Stock (HCV–HCS) secara online. Kegiatan yang berlangsung pada 3–4 Februari 2026 ini diikuti oleh 10 peserta dari beragam latar belakang, mulai dari praktisi lapangan, konsultan, pelaku usaha, hingga akademisi yang memiliki perhatian terhadap isu keberlanjutan.
Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami bahwa HCV–HCS bukan sekadar pendekatan teknis, melainkan bagian penting dari kerangka pengelolaan risiko dan tanggung jawab lingkungan. Prinsip-prinsip HCV–HCS berperan dalam mendukung pemenuhan sertifikasi sustainability, sekaligus menjadi fondasi dalam penerapan komitmen NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation) yang semakin relevan dalam konteks rantai pasok global.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta diajak mengenal konsep dasar HCV–HCS dan keterkaitannya dengan berbagai standar dan skema sertifikasi keberlanjutan. Pembahasan tidak hanya berhenti pada definisi, tetapi juga mengulas bagaimana prinsip tersebut digunakan dalam proses pengambilan keputusan, khususnya dalam mengelola dan memitigasi risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola. Peserta juga diperkenalkan pada tahapan awal identifikasi HCV–HCS sebagai langkah awal menuju pengelolaan yang lebih bertanggung jawab.
Meskipun dilaksanakan secara daring, proses pembelajaran berlangsung secara interaktif. Diskusi dan pertukaran pengalaman menjadi ruang penting bagi peserta untuk mengaitkan materi dengan konteks dan tantangan nyata yang mereka hadapi di lapangan. Pendekatan ini membantu peserta melihat HCV–HCS sebagai alat bantu praktis, bukan sekadar kewajiban administratif.
Melalui pelatihan ini, AiKnow by Remark Asia menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dan kontekstual di bidang sustainability. Upaya peningkatan kapasitas seperti ini diharapkan dapat mendorong penerapan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di berbagai sektor ke depan.