logo
logo icon

AiKnow

Social Impact Assessment
Training Batch #9

Kegagalan Kelola Dampak Sosial Dapat Dicegah Melalui Social Impact Assessment

Kegagalan dalam mengelola dampak sosial masih menjadi salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh perusahaan maupun organisasi dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Kegagalan dalam mengelola dampak sosial masih menjadi salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh perusahaan maupun organisasi dalam menjalankan kegiatan usahanya. Sebagai bagian dari komitmennya dalam meningkatkan kapasitas para praktisi keberlanjutan, AiKnow menyelenggarakan kelas intensif Social Impact Assessment (SIA) Training Batch 10 yang diikuti oleh 7 (tujuh) peserta pada 20–23 Juli 2026 berlokasi di Bogor.

Penerapan Social Impact Assessment (SIA) menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengelola, serta memantau dampak sosial secara sistematis sehingga terwujud keadilan masyarakat dan perusahaan. Selama empat hari pelaksanaan pelatihan dan didampingi oleh trainer Ibu Sutji Shinto dan Bapak Dwi Rahmad Muhtaman, dua praktisi yang berpengalaman dalam bidang pengelolaan sosial di berbagai sektor pembangunan.

Peserta mengikuti tiga sesi pembelajaran di kelas dan satu sesi field trip. Melalui pendekatan Sustainable Livelihoods Approach (SLA), peserta dibimbing untuk menganalisis potret kehidupan masyarakat berdasarkan lima aset penghidupan, yaitu aset manusia (human capital), aset alam (natural capital), aset sosial (social capital), aset keuangan (financial capital), dan aset infrastruktur atau fisik (physical capital). Analisis tersebut memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi masyarakat sehingga rekomendasi program yang disusun dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan serta memudahkan peserta dalam identifikasi isu, stakeholder hingga penyusunan rencana pengelolaan, monitoring, dan evaluasi dampak sosial yang telah dikemas melalui berbagai metode praktis.

Berbekal pemahaman tersebut, peserta kemudian mempraktikkan proses identifikasi isu sosial, pemetaan pemangku kepentingan (stakeholder), analisis dampak, hingga penyusunan rencana pengelolaan, monitoring, dan evaluasi dampak sosial. Seluruh materi disampaikan melalui metode pembelajaran yang aplikatif sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif dan siap mengimplementasikan Social Impact Assessment dalam mendukung pengelolaan sosial yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Dengan demikian melalui pendekatan Social Impact Assessment yang tepat diharapkan pengelolaan dampak sosial tidak lagi berhenti pada penyusunan dokumen atau pemenuhan persyaratan, tetapi berkembang menjadi strategi yang menghasilkan program-program berdampak, memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan, meminimalkan risiko sosial, serta mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi perusahaan maupun masyarakat.

© AiKnow