logo
logo icon

AiKnow

Lestarilah Indonesia #28 Sustainable Jazz Festival

Di Lestarilah Indonesia, Agus Setiawan Basuni—pendiri Warta Jazz—berbagi pandangan tentang keterkaitan festival musik jazz dan keberlanjutan lingkungan. Percakapan ini membahas dampak lingkungan dari festival musik, sejarah jazz di Indonesia, serta tantangan menikmati musik tanpa menguras sumber daya alam.

Melalui contoh Maratua Jazz Festival, Agus menunjukkan bagaimana acara musik dapat dirancang secara lebih berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya lokal, membatasi penggunaan energi, mengurangi sampah, dan melibatkan masyarakat setempat. Diskusi ini menegaskan bahwa keberlanjutan dalam festival adalah proses bertahap yang membutuhkan kolaborasi dan perubahan cara pandang semua pihak.

Lestarilah Indonesia #27 Mengelola Sampah, Mengelola Perubahan, Melestarikan Kehidupan

Sampah di Indonesia masih menjadi isu hangat hingga saat ini. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), terhitung hingga tahun 2022, jumlah timbulan sampah mencapai 19,137,821.53 ton/tahun. Sampah sisa makanan menjadi jenis sampah terbesar, diikuti dengan sampah plastik.

#LESTARILAHINDONESIA musim 27 mengundang Mohamad Bijaksana Junerosano atau akrab disapa Sano. Sano adalah founder dan managing director dari Waste4Change, sebuah perusahaan yang memberikan layanan pengelolaan sampah, memberi solusi atas masalah sampah dengan metode Zero Waste to Landfill.

Lestarilah Indonesia #26 Perempuan perempuan yang Mengubah Sampah menjadi Berkah

Lingkungan hidup dan perempuan, adalah dua hal penting yang saling terkait dalam ekosistem kehidupan. Perempuan telah diakui memiliki peran yang setara dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Oleh karena itu, dalam rangka memperingati International Women’s Day, #LESTARILAHINDONESIA turut mengundang Denik A.W dan Nendy P. Shinta selaku ketua serta bendahara Bank Sampah Wani (BSW).

Lestarilah Indonesia #25 Menyusun Mosaik Sosial Forestri 2045

Di Lestarilah Indonesia, Mas Thomas Onivaresta dan Mbak Putri (Uti) dari LATIN membahas visi Social Forestry 2045 sebagai jalan menuju Desa Lestari—masyarakat hutan yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Diskusi ini mengulas dinamika hubungan manusia dan hutan, tantangan tenurial, serta pentingnya kesiapan komunitas dalam pengelolaan perhutanan sosial.

Percakapan ini menekankan perlunya kerangka bersama yang kuat, pendampingan berkelanjutan, dan kolaborasi multipihak untuk mengembangkan usaha berbasis hutan yang bernilai ekonomi. LATIN juga berbagi rencana penguatan kapasitas melalui model desa percontohan, riset, dan pengembangan akademi perhutanan sosial sebagai fondasi menuju 2045.

Lestarilah Indonesia #24 Registrasi Wilayah Adat Membuka Jalan Yang Berat.

Di Lestarilah Indonesia, Dwi Rahmat Mustaman berbincang bersama Maskasmita Widodo (Mas Dodo) tentang pentingnya pengakuan dan pendaftaran wilayah adat di Indonesia. Diskusi ini mengulas peran BRWA dalam pemetaan partisipatif sebagai upaya menghadirkan kepastian hukum, mengurangi konflik lahan, serta memperkuat hak masyarakat adat atas wilayah kelolanya.

Percakapan ini juga membahas tantangan pengakuan wilayah adat, kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta, hingga peran data spasial dalam perencanaan wilayah adat yang berkelanjutan. Pengakuan masyarakat adat bukan hanya soal legalitas, tetapi juga kunci bagi keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Lestarilah Indonesia #23

Di Lestarilah Indonesia Musim #22, Dwi Rahmat Mustaman berbincang bersama Buki Prima Putri, praktisi sustainable living dan arsitek, tentang keterkaitan antara arsitektur, gaya hidup, spiritualitas, dan keberlanjutan lingkungan. Diskusi ini mengulas bagaimana kehidupan berkelanjutan bukan hanya soal bangunan, tetapi juga pilihan hidup, ritual harian, dan hubungan manusia dengan alam serta komunitas.

Melalui pengalaman di berbagai komunitas dan inisiatif seperti Bumi Buana dan Happiness Festival, Buki menekankan pentingnya kearifan lokal, kolaborasi komunitas, serta penggunaan teknologi secara seimbang untuk membangun peradaban yang sehat, bahagia, dan selaras dengan alam.

Lestarilah Indonesia #22 Sustainable Living Untuk Hidup Sehat Dan Bahagia

Di Lestarilah Indonesia Musim #22, Dwi Rahmat Mustaman berbincang bersama Buki Prima Putri, praktisi sustainable living dan arsitek, tentang keterkaitan antara arsitektur, gaya hidup, spiritualitas, dan keberlanjutan lingkungan. Diskusi ini mengulas bagaimana kehidupan berkelanjutan bukan hanya soal bangunan, tetapi juga pilihan hidup, ritual harian, dan hubungan manusia dengan alam serta komunitas.

Melalui pengalaman di berbagai komunitas dan inisiatif seperti Bumi Buana dan Happiness Festival, Buki menekankan pentingnya kearifan lokal, kolaborasi komunitas, serta penggunaan teknologi secara seimbang untuk membangun peradaban yang sehat, bahagia, dan selaras dengan alam.

Lestarilah Indonesia #21

Indonesia menjadi salah satu negara dengan resiko bencana alam tertinggi di dunia. Hal itu disebabkan karena Indonesia terletak diantara lempeng tektonik benua Asia dan Australia.

Oleh karena itu, usaha mitigasi bencana perlu dilakukan, salah satunya dengan menggali mitigasi bencana melalui kearifan lokal dan mengandalkan tokoh masyarakat sebagai pembawa pesan mitigasi bencana.

#LESTARILAHINDONESIA Musim 20 kali ini turut menghadirkan Irwan Fakhruddin, seorang dosen dan peneliti dari Universitas Multimedia Nusantara.

Lestarilah Indonesia #20 Memelihara Hikayat Menjaga Kelangsungan Hayat

Indonesia menjadi salah satu negara dengan resiko bencana alam tertinggi di dunia. Hal itu disebabkan karena Indonesia terletak diantara lempeng tektonik benua Asia dan Australia.

Oleh karena itu, usaha mitigasi bencana perlu dilakukan, salah satunya dengan menggali mitigasi bencana melalui kearifan lokal dan mengandalkan tokoh masyarakat sebagai pembawa pesan mitigasi bencana.

#LESTARILAHINDONESIA Musim 20 kali ini turut menghadirkan Irwan Fakhruddin, seorang dosen dan peneliti dari Universitas Multimedia Nusantara.

Lestarilah Indonesia #19 Manusia dan Masa Depan

#LESTARILAHINDONESIA Musim #19 kali ini akan berbeda tetapi tidak kalah spesial. Dwi Rahmad Muhtaman selaku co-founder LATIN dan Remark Asia berbagi tentang “Manusia dan Masa Depan,” sebuah gagasan yg mengajak kita berpikir tentang generasi-generasi masa depan. Untuk itu kita harus membiasakan berpikir melampaui masa hidup diri sendiri.

Kita akan berbincang sejenak mengenai “Anticipation Thinking” sebuah cara berpikir yang melihat masa depan yang jauh itu. Semua ini perlu dipersiapkan agar memperluas cakrawala waktu. Karena dengan begitu, kita dapat menghormati generasi yang akan datang

Lestarilah Indonesia #18 Konservasi dan Sosial Forestri Dapatkah Bersatu

Sosial Forestri (SF) merupakan rezim pengelolaan hutan yang menegaskan hak masyarakat untuk mengelolanya baik dalam kawasan hutan negara maupun di luar itu. Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) membayangkan SF pada tahun 2045 sebagai “Wana Kanaya Sembada”. Kondisi dimana hutan kaya, masyarakat sejahtera, mandiri dan desa modern.

Pelibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan penting agar manfaat ekonomi dan fungsi konservasi dapat berjalan seimbang, sebagaimana prinsip Wana Kanaya Sembada.

Lestarilah Indonesia Musim #18 mengangkat tema “Konservasi dan Sosial Forestri: Dapatkah Bersatu?” bersama Farwiza Farhan (Yayasan HAkA, TIME 100 Next 2022), membahas praktik konservasi berbasis masyarakat serta peran NGO dan pemerintah.

Lestarilah Indonesia #17 Hutan Lestari Pangan Mandiri

Hutan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan.

Pengelolaan hutan tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Melalui KHKP dan Food Estate, pemerintah mendorong ketersediaan pangan, meski masyarakat sekitar hutan sejak lama telah memanfaatkan hutan sebagai lumbung pangan berbasis kearifan lokal.

#LESTARILAHINDONESIA Musim #17 membahas pangan lokal berbasis sumber daya hutan bersama Intan dari Konsorsium Pangan Lokal, meliputi kemandirian pangan, praktik masyarakat, isu gender, respon komunitas, dan pembangunan berkelanjutan.

Lestarilah Indonesia #16 Pasar Keliling Bumi Bali Sembada Pasarpasaran ala Pengrajin permata

Pasar adalah ruang publik yang mempunyai fungsi beragam. Interaksi sosial berlangsung dengan intensif di arena pasar, terutama tentunya pasar tradisional. Kini pasar-pasar ini nyaris punah. Ruang sosial yang bisa memberi oase bagi masyarakat untuk merawat interaksi sosial ini perlu terus dirawat. Salah satunya apa yang dilakukan oleh Dwi Setijo Widodo, seorang pengrajin perak di Batubulan Kangin, Sukawati, Gianyar, Bali ini.

Pasar atau bazaar ini berawal dari kebutuhan UMKM pascapandemi akan ruang weekend market di Denpasar. Berfungsi sebagai wadah promosi dan penjualan produk UMKM, bazaar ini berkembang dari Denpasar hingga Ubud berkat dukungan komunitas. Tantangan utamanya adalah menjaga jumlah pengunjung melalui promosi berkelanjutan agar interaksi sosial dan transaksi ekonomi tetap berjalan dengan baik.

Lestarilah Indonesia #15 Parapuan Dibalik Kemapanan Sosial Forestri

Sudah lima tahun berlalu sejak program Perhutanan Sosial disahkan melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 83 Tahun 2016. Namun, peran perempuan dalam perhutanan sosial seringkali masih dipandang sebelah mata.

Hasil data dari lapangan membuktikan bahwa tingkat keikutsertaan laki-laki lebih dominan dalam pengambilan keputusan program (perempuan penerima izin hanya 13%).

#LESTARILAHINDONESIA Musim #15 akan mengundang Swary Utami Dewi, akrab disapa Tami. Bersama Tami (seorang pegiat Sosial Forestri), kita akan membahas mengenai “Dimana posisi perempuan dalam sosial forestri? Dan apakah upaya meningkatkan peran perempuan relevan dengan upaya percepatan perhutanan sosial?”

Lestarilah Indonesia #14 Hijaunya Bakauku Bunga Jalan Hidupku

Kerusakan ekosistem pesisir di wilayah Aceh melahirkan beragam inisiatif. Salah satunya adalah gerakan konservasi di kawasan ekosistem mangrove. Abdul Hadi (Ekowisata Mangrove) menjadi salah satu penggerak dalam menyelamatkan dan melestarikan hutan mangrove. Ekowisata Mangrove telah didirikan pada 2012, saat kita melihat kagum dan menikmati satu juta Mangrove yang tertanam tetapi kita seringkali tidak melihat dan mengapresiasi siapa yang merintis penanaman dan merawatnya.

#LESTARILAHINDONESIA Musim #14 menyoroti perjalanan Abdul Hadi dalam konservasi mangrove—dari jatuh bangun menghadapi abrasi dan cemoohan, hingga membuktikan bahwa pelestarian mangrove dapat menghadirkan kesejahteraan, wisata berkelanjutan, serta tetap menghormati tradisi dan alam.

Lestarilah Indonesia #13 Menjadi Kreatif dalam Memandang Sosial Forestri

Konsep Sosial Forestri (SF) digunakan Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) untuk mengacu pada bentuk-bentuk pengelolaan sumber daya hutan oleh masyarakat lokal/adat.

Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) sendiri memiliki mimpi bahwa SF pada tahun 2045 digambarkan sebagai “Wana Kanaya Sembada”. Kondisi dimana hutan kaya, masyarakat sejahtera, mandiri dan desa modern. Masa depan masuk ke dalam proses pembentukan, siapapun dapat turut andil berproses menciptakan masa depan, tetapi tidak ada yang dapat memprediksi dengan tepat masa depan akan seperti apa. LATIN memilih Wana Kanaya Sembada (Wakanda) sebagai salah satu masa depan yang mungkin dapat diwujudkan, dari sekian banyak bayangan akan masa depan lainnya.

Lestarilah Indonesia #12 Bangun Jalan Utama Pengelolaan Hutan Lestari melalui Sosia

Konsep Sosial Forestri (SF) digunakan Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) untuk mengacu pada bentuk-bentuk pengelolaan sumber daya hutan oleh masyarakat lokal/adat secara umum.

Secara substantif konsep SF tetap mengusung nilai-nilai yang diperbincangkan dalam ranah akademik, gerakan masyarakat sipil, serta kebijakan nasional, yaitu: desentralisasi kewenangan, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian alam. Konsep ini tidak lahir begitu saja di ruang kosong, tetapi sebuah gerakan yang dimulai semenjak berdirinya LATIN. Lalu bagaimana kisah dibalik perkembangan gagasan dan gerakan LATIN yang awalnya Komuniti Forestri hingga akhirnya bertransformasi menjadi Sosial Forestri? Apa saja tantangannya? Bagaimana Praktik Sosial Forestri bisa mendorong kelestarian lingkungan?

Lestarilah Indonesia #11

Pandemi COVID-19 melanda Indonesia dan dunia, di awal tahun 2020. Peristiwa ini menandai momentum perubahan metode pendidikan, dimana anak - anak Indonesia harus melaksanakan sistem pembelajaran dari rumah. Perubahan ini harus didukung dengan tersedianya ruang belajar yang berkualitas untuk anak. Agar terlahir generasi bangsa yang berkualitas.

Aha! Project hadir kala pandemi untuk menjadi bagian dalam menjawab permasalahan anak - anak Indonesia yang tidak mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya saat kebijakan #belajardirumah diadakan. #LESTARILAHINDONESIA musim #09 akan menghadirkan Ara Kusuma, selaku co-founder, project leader dan sang integrator dari Aha! Project.

Lestarilah Indonesia #10

Pandemi COVID-19 melanda Indonesia dan dunia, di awal tahun 2020. Peristiwa ini menandai momentum perubahan metode pendidikan, dimana anak - anak Indonesia harus melaksanakan sistem pembelajaran dari rumah. Perubahan ini harus didukung dengan tersedianya ruang belajar yang berkualitas untuk anak. Agar terlahir generasi bangsa yang berkualitas.

Aha! Project hadir kala pandemi untuk menjadi bagian dalam menjawab permasalahan anak - anak Indonesia yang tidak mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya saat kebijakan #belajardirumah diadakan. #LESTARILAHINDONESIA musim #09 akan menghadirkan Ara Kusuma, selaku co-founder, project leader dan sang integrator dari Aha! Project.

Lestarilah Indonesia #09 Gagas Ruang Belajar Berkualitas untuk Anak Bangsa yang Berintegritas

Pandemi COVID-19 melanda Indonesia dan dunia, di awal tahun 2020. Peristiwa ini menandai momentum perubahan metode pendidikan, dimana anak - anak Indonesia harus melaksanakan sistem pembelajaran dari rumah. Perubahan ini harus didukung dengan tersedianya ruang belajar yang berkualitas untuk anak. Agar terlahir generasi bangsa yang berkualitas.

Aha! Project hadir kala pandemi untuk menjadi bagian dalam menjawab permasalahan anak - anak Indonesia yang tidak mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya saat kebijakan #belajardirumah diadakan. #LESTARILAHINDONESIA musim #09 akan menghadirkan Ara Kusuma, selaku co-founder, project leader dan sang integrator dari Aha! Project.

Lestarilah Indonesia #08 Menata Sosial Forestri Merayakan Indonesia dari Desa

"Bagaimana peran sosial forestri agar menjadi bagian penting dalam pemberdayaan masyarakat desa?"

Pertanyaan tersebut akan menjadi pemantik diskusi dari #LESTARILAHINDONESIA Musim #08 bersama dengan Yana Arsyadi, seorang konsultan dari Yana Arsyadi Consulting sekaligus co-founder Merayakan Indonesia. #LESTARILAHINDONESIA Musim #08 akan membahas bagaimana komunitas Merayakan Indonesia dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun bangsa melalui partisipasi komunitas dalam berbagi cerita beserta foto seputar tradisi, budaya, kelolakan dan kegiatan - kegiatan lintas komunitas.

Lestarilah Indonesia #07 Membangun Ekowisata Memberdaya Desa ft Muhammad Nurdin Raz

Kilas balik pada Lestarilah Indonesia Musim #02, M. Nurdin Razak, seorang pakar ekowisata telah berbagi pengalamannya melalui diskusi “Ecotourism, Biodiversity and Local Empowerment”.

Tidak berhenti pada pertemuan tersebut, Lestarilah Indonesia Musim #07 kembali hadir mengundang Pendiri Baloeran Ecolodge ini, berdiskusi secara langsung dengan topik “Membangun Ekowisata, Memberdaya Desa”.

Lestarilah Indonesia #06 Merawat Kembali Warisan Pangan Ala Sekolah Pagesangan

Pangan memiliki pengaruh besar terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Pertambahan penduduk dan tingginya pertumbuhan ekonomi akan meningkatkan permintaan terhadap pangan, energi dan air. Pemenuhan kebutuhan akan permintaan-permintaan tersebut adalah sebuah keniscayaan.

Sekolah Pagesangan dibangun dari sebuah kegelisahan, bahwa pendidikan formal saat ini tidak berkesinambungan dengan realitas keseharian. Konsep pertanian yang khas diterapkan oleh Sekolah Pagesangan (SP) ialah konsep pertanian subsisten. Menemukan dan merawat kembali warisan pangan dengan menghadirkannya pada ruang belajar pertanian ala Sekolah Pagesangan.

Lestarilah Indonesia #05 Cerita Keberlanjutan dari University of Reading

Keberlanjutan yaitu sebuah sistem biologis yang tetap mampu menghidupi keanekaragaman hayati dan produktivitas tanpa batas. Prinsip pengorganisasian keberlanjutan merupakan suatu pembangunan berkelanjutan, yang mencakup empat ranah yang saling terhubung, yaitu ekologi, ekonomi, politik dan budaya.

Kesempatan kali ini Lestarilah Indonesia kedatangan tamu dari University of Reading, UK. Mereka akan bercerita tentang sustainability sesuai dengan keilmuan dan pengalaman mereka.

Lestarilah Indonesia #04 Gagasan Warung Martani untuk Produkproduk Petani

Martani lahir dari mandat Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), sebuah LSM yang memiliki misi mewujudkan kedaulatan rakyat atas pangan. Demi mewujudkan pilar kedaulatan pangan, Martani memiliki visi “olah rasa mbangun jiwa” dan misi “menjadi sebuah entitas bisnis yang menyediakan pangan lokal sehat secara ajeg”.

Kisah kasih perjalanan Martani dalam mengembangkan produk hasil petani yang digagas melalui Warung Martani akan dikupas tuntas dalam #LESTARILAHINDONESIA musim #04 “Gagasan Warung Martani untuk Produk-produk Petani”.

Lestarilah Indonesia #03 Teh Artisan Indonesia dari Budidaya menjadi Budaya

Teh merupakan salah satu minuman yang paling dikenal rakyat Indonesia. Sejarah yang tercatat menuliskan bahwa tradisi menikmati teh di Indonesia terjadi dari interaksi dengan pedagang Cina di abad ke-17, meski pertukaran barang dagangan dan budaya antar kerajaan - kerajaan di wilayah Nusantara dengan kerajaan di Tiongkok telah terjadi sejak jauh sebelum abad 17.

Kebiasaan minum teh ini kemudian berkembang hingga memiliki fungsi sosial, yaitu sebagai teman berdiskusi dan bersosialisasi bahkan berdiplomasi. Sayangnya, lambat laun, teh dalam format konvensional sekarang seakan terpinggirkan oleh kreasi jenis minuman - minuman baru yang marak dan lebih menarik bagi generasi milenial dan gen Z.

Lestarilah Indonesia #02 Ecotourism, Biodiversity and Local empowerment

Ekowisata memiliki potensi yang besar bagi masyarakat desa-desa sekitar wilayah kaya biodiversity (keanekaragamanhayati), misalnya Taman Nasional. Keterlibatan masyarakat pada wilayah perlindungan lingkungan alam di Taman Nasional disamping memberi sumber kehidupan juga melindungi wilayah itu dari kerusakan. Di sisi lain, keterlibatan ini adalah cara meningkatkan kesadaran pemanfaatan nilai-nilai lingkungan dan berperan sebagai penjaga kawasan dengan kepentingan ekonomi dan lingkungannya.

Taman Nasional di Indonesia yang memiliki banyak potensi keanekaragaman alam juga tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pengembangan potensi tersebut melalui ekowisata berbasis masyarakat dapat memberikan nilai ekonomi masyarakat, edukasi, serta interpretasi konservasi bermanfaat. #LESTARILAHINDONESIA edisi #02 “Ecotourism, Biodiversity and Local empowerment” mengulik potensi ecotourism pada wilayah-wilayah kaya sumber daya biodiversity untuk pemberdayaan masyarakat lokal.

Lestarilah Indonesia #01 Sosial Forestri Warrior

Lestarilah Indonesia hadir untuk turuntangan menyediakan ruang publik virtual dan nyata. Sebagai gagasan work in progress Lestarilah Indonesia adalah langkah kecil, sejejak demi sejejak, setapak demi setapak, sebuah sumbangan bagi kemajuan dan kebaikan Indonesia. Mencapai Indonesia yang berkelanjutan, kita tahu, selalu banyak harapan dan sekaligus tantangan.

Lestarilah Indonesia. Dari Indonesia untuk dunia. Dari dunia untuk Indonesia. Sebuah perbincangan tentang alam dan kita. Kali ini kita akan berbincang langsung dengan sosok yang kami sebut sebagai Sosial Forestri Warrior, Beliau adalah Samsul Arifin dari Majalengka yang merupakan Owner dari Eskopian, singkat cerita beliau dalam bisnis perkopiannya, membuka kedai sederhana di tepi jalan raya yang mana kopi-kopi yang digunakan ialah kopi lokal dari menampung hasil panen petani kopi.