logo
logo icon

Juru Buku #16 Idealisme & Kearifan Arief Budiman

Diskusi ini mengulas buku Idealism and Wisdom of Arif Budiman yang diedit oleh Swari Utami Dewi dan Syaifudin Simon, sebagai penghormatan atas warisan intelektual Arif Budiman. Melalui puluhan tulisan dari sahabat, murid, dan kolega, buku ini merekam idealisme, keberanian, serta konsistensi Arif Budiman dalam memperjuangkan demokrasi, kebebasan, dan keadilan sosial dari era Orde Lama hingga Reformasi.

Perbincangan juga menyoroti peran Arif Budiman di University of Melbourne dalam mengembangkan Indonesian Studies, serta makna “literacy for life” — pengetahuan yang hidup dan membumi dalam praktik sosial. Sebuah refleksi tentang intelektual organik, aktivisme, dan pentingnya menjaga integritas di tengah perubahan zaman.

Juru Buku #15 The Absolute Coffee

Dalam wawancara ini, Mas Prawoto Indarto membahas buku terbarunya Absolute Coffee, yang menelusuri sejarah panjang kopi Indonesia—dari kejayaan “Java Coffee” di era VOC hingga dominasi robusta saat ini. Diskusi mengupas peralihan dari arabika ke robusta akibat wabah karat daun, peran Jawa dalam peta kopi dunia, serta bagaimana perubahan iklim mengancam masa depan arabika di Indonesia.

Tak hanya soal sejarah dan varietas, perbincangan ini juga menyentuh budaya minum kopi, tradisi lokal seperti seduluran di Banyuwangi, hingga tantangan petani kecil dalam menjaga kualitas dan daya saing global. Sebuah obrolan mendalam tentang kopi sebagai identitas, warisan budaya, dan masa depan pertanian Indonesia.

Juru Buku #14 Abih Tandeh Nasib Desa Duapuluh Tahun Lalu Duapuluh Tahun

Diskusi ini membahas buku Habis Tandes karya Ryando Zakaria yang mengkritisi perjalanan panjang tata kelola desa di Indonesia, mulai dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 hingga Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Bersama para akademisi, aktivis, dan pembuat kebijakan seperti Sutoro Eko Yunanto, Mirna Safitri, dan Budiman Sudjatmiko, video ini mengupas persoalan otonomi desa, pengakuan desa adat, serta tantangan implementasi regulasi di lapangan.

Perbincangan ini menyoroti pentingnya otonomi komunitas, kearifan lokal, dan peran generasi muda dalam mendorong desa yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan. Sebuah refleksi kritis tentang relasi negara dan desa, serta masa depan pembangunan Indonesia menuju 2045.

Juru Buku #13 Menjaga Rimba Terakhir, membahas lebih dalam mengenai perjuangan menjaga rimba

Diskusi ini mengulas buku Menjaga Rimba Terakhir karya Mardiah Hamin yang mendokumentasikan 30 tahun perjalanan Wahana Rimbo Indonesia (Warsi) mendampingi Orang Rimba di Sumatra. Bersama antropolog Adi Prasetyo dan para pegiat Warsi, diskusi ini membahas perjuangan masyarakat adat menjaga hutan, identitas, dan hak atas tanah di tengah tekanan ekspansi sawit, pembangunan, dan konflik lahan.

Video ini menyoroti kosmologi dan kehidupan Orang Rimba, tantangan displacement, kriminalisasi, hingga upaya advokasi seperti pemetaan partisipatif dan penguatan kapasitas komunitas. Sebuah refleksi mendalam tentang relasi manusia–hutan, hak masyarakat adat, serta pentingnya keberlanjutan ekologis dan keadilan sosial di Indonesia.

Juru Buku #12 A World of Three Zeros

Diskusi kali ini mengulas buku The Power of Three Zeros karya Muhammad Yunus, yang menawarkan visi ekonomi baru: Zero Poverty, Zero Unemployment, dan Zero Net Carbon. Bersama Mas Rendy Aditya Wahid, founder Parongpong Recycle & Waste Management, sesi ini membedah konsep social business—model usaha yang berorientasi pada manfaat sosial, bukan sekadar profit. Dari microcredit hingga pemberdayaan perempuan, diskusi ini menyoroti bagaimana kewirausahaan sosial dapat menjadi solusi nyata untuk memutus rantai kemiskinan dan pengangguran.

Tak hanya teori, video ini juga menghadirkan praktik langsung di lapangan: pengelolaan sampah berbasis komunitas, koperasi, kampanye perubahan perilaku, hingga inovasi ekonomi sirkular yang ramah lingkungan. Sebuah perbincangan inspiratif tentang bagaimana perubahan besar bisa dimulai dari skala lokal—menggabungkan kepedulian sosial, keberlanjutan lingkungan, dan keberanian membangun model ekonomi yang lebih adil untuk masa depan.

Juru Buku #11 Menjelajahi Dunia Filsafat Lewat Sophie's World

Diskusi kali ini mengupas novel filsafat legendaris Sophie's World karya Jostein Gaarder, yang menghadirkan perjalanan intelektual seorang gadis bernama Sophie dalam memahami sejarah pemikiran Barat. Melalui alur cerita yang unik dan penuh misteri, buku ini memperkenalkan tokoh-tokoh besar seperti Plato dan Aristotle, sekaligus membahas pertanyaan-pertanyaan mendasar: “Siapa kamu?” dan “Dari mana dunia berasal?”

Bersama para narasumber, sesi ini menyoroti pentingnya filsafat dalam membentuk cara berpikir kritis, reflektif, dan rendah hati—terutama bagi generasi muda. Dari alegori gua Plato hingga relasi antara filsafat, sains, dan agama, diskusi ini mengajak kita melihat dunia dengan rasa ingin tahu yang lebih dalam serta keberanian untuk mempertanyakan asumsi-asumsi dasar kehidupan. Cocok untuk siapa pun yang ingin memahami filsafat secara ringan namun bermakna.

Juru Buku #10 The Road to Java Coffee

Diskusi kali ini mengupas buku The Road to Java Coffee karya Prawoto Indarto, yang menelusuri jejak panjang kopi Jawa dalam sejarah perdagangan dunia. Dari kejayaan kopi Priangan yang pernah mendominasi pasar Amsterdam pada abad ke-18 hingga peran VOC dalam membentuk sistem produksi kolonial, video ini menghadirkan perspektif historis, budaya, dan ekonomi yang membentuk identitas “Java Coffee” di mata global.

Bersama para pegiat kopi seperti Monica Zembraton dan Tejo Pramono, diskusi ini juga membahas tantangan industri kopi Indonesia hari ini—mulai dari kualitas yang belum merata hingga pentingnya pemberdayaan petani melalui edukasi dan specialty coffee. Sebuah perbincangan yang membuka wawasan tentang warisan kopi Nusantara sekaligus mengajak kita lebih menghargai perjalanan panjang secangkir kopi dari hulu ke hilir.

Juru Buku #09 kali ini akan membincangkan sebuah buku yang mendapatkan apresiasi luas.

Diskusi literasi kali ini mengulas buku Scarcity karya Sendhil Mullainathan dan Eldar Shafir, yang membahas bagaimana kekurangan—baik waktu, uang, maupun perhatian—dapat “merebut” fokus pikiran kita. Konsep bandwidth tax menjelaskan bagaimana kondisi scarcity menguras kapasitas kognitif, membuat seseorang sulit merencanakan, mengambil keputusan jangka panjang, dan keluar dari lingkaran tekanan hidup.

Melalui contoh-contoh nyata dan refleksi kontekstual, sesi ini juga membahas pentingnya menciptakan slack (ruang jeda atau cadangan sumber daya) agar kita bisa berpikir lebih jernih dan produktif. Dari manajemen organisasi hingga kehidupan pribadi, diskusi ini mengajak kita memahami bahwa scarcity bisa menjadi motivator sekaligus jebakan—dan kesadaran adalah langkah pertama untuk mengelolanya dengan lebih bijak.

Juru Buku #08 What Quran Meant and Why It Matters

Melalui pendekatan yang kontekstual dan reflektif, buku ini mengulas tema-tema penting seperti jihad, air sebagai simbol kehidupan, syariah, hingga relasi Islam dan politik global. Diskusi ini juga menyoroti pentingnya literasi, pemikiran kritis, dan dialog lintas iman untuk mereduksi Islamofobia serta membangun pemahaman yang lebih adil dan mendalam tentang Al-Qur’an.

Cocok untuk Anda yang tertarik pada studi agama, isu global, dan penguatan budaya baca yang kritis dan terbuka.

Juru Buku #07 Forest Futures

Video ini menyoroti kondisi hutan saat ini, tantangan deforestasi dan degradasi, serta tiga skenario masa depan—Business as Usual, Aspirational, dan Distractive. Dibahas pula pentingnya pendekatan lanskap, tata kelola yang kuat, teknologi seperti precision forestry, serta peran strategis Indonesia dalam mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Cocok untuk akademisi, praktisi kehutanan, pembuat kebijakan, dan siapa pun yang peduli pada masa depan hutan dan pembangunan berkelanjutan.

Juru Buku #05 The Slow Fix

Alih-alih mencari solusi instan, buku ini menekankan pentingnya memahami akar masalah, berpikir jangka panjang, berkolaborasi, serta memimpin dengan kesabaran dan empati. Dari kepemimpinan, pendidikan, hingga kebijakan publik—“melambat” justru menjadi strategi untuk menghasilkan keputusan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Cocok untuk Anda yang ingin belajar bagaimana menghadapi tantangan hidup dan organisasi dengan lebih reflektif, mindful, dan berdampak jangka panjang.

Juru Buku #04 Mengapa Kita Masih Berdebat Soal Perubahan Iklim?

Mengapa masih banyak orang meragukan perubahan iklim meski konsensus ilmiah sudah kuat? Bagaimana faktor politik, ekonomi, budaya, dan rendahnya literasi publik memengaruhi kebijakan iklim—khususnya di Indonesia?

Video ini mengupas tantangan komunikasi iklim, dinamika kepentingan politik, hingga harapan dari generasi muda untuk mendorong aksi nyata. Cocok untuk Anda yang ingin memahami perubahan iklim tidak hanya dari sisi sains, tetapi juga dari sudut pandang sosial dan kebijakan publik.

Juru Buku #03 unbored advanture

Diskusi inspiratif bersama Mas Irwan Fachrudin tentang buku petualangan anak usia 6–12 tahun yang menggabungkan kreativitas, edukasi, dan eksplorasi—baik di rumah, di kota, maupun di alam terbuka. Buku ini dirancang untuk membantu anak mengatasi kebosanan, mengasah kemampuan psikomotorik dan berpikir kritis, sekaligus menyeimbangkan penggunaan gadget dengan aktivitas nyata yang seru dan bermakna.

Dalam sesi ini juga dibahas pentingnya desain visual, kolaborasi kreatif dalam penerbitan, serta tantangan industri buku anak di Indonesia. Cocok untuk orang tua, guru, dan pegiat pendidikan yang ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif, imajinatif, dan relevan dengan era digital.

Juru Buku #02 Mengapa Kita Sering Salah Menilai Dunia? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Diskusi dan review buku Factfulness karya Hans Rosling bersama Ola Rosling dan Anna Rosling Rönnlund. Dalam sesi ini, Prof. Mas Heri Purnomo membahas bagaimana 10 insting manusia sering membuat kita salah memahami kondisi dunia—seolah-olah semuanya memburuk, padahal data menunjukkan banyak kemajuan dalam kesehatan, harapan hidup, dan pengurangan kemiskinan global.

Video ini mengajak kita berpikir lebih kritis, tidak mudah terpengaruh bias media, dan menggunakan pendekatan berbasis data dalam melihat isu global—mulai dari pertumbuhan penduduk hingga tantangan lingkungan. Buku ini juga mendapat rekomendasi dari Bill Gates sebagai bacaan penting untuk membedakan fakta dan opini.